PERJUANGAN DAN DOA

Apabila Harga BBM Subsidi Naik , Bagaimana Popularitas Jokowi?
banyak pertanyaan diantara kita saat mengikuti perkembangan berita2 akhir2 ini tentang BBM… dan saya menemukan berita yang menyajikan ulasan seorang Ekonom yg saya kopas berikut ini..

Jakarta -Perbincangan perihal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kian menjadi perbincangan yang hangat. Pro dan kontra terus bergulir.

Ekonom Universitas Atma Jaya, Agustinus Prasetyantoko menyatakan kekagumannya terhadap Presiden Joko Widodo yang berani mengambil risiko yaitu berani kehilangan popularitas demi kebaikan rakyatnya.

“Presiden Jokowi merupakan Presiden yang populer tapi tidak populis. Artinya kebijakan yang diambil itu membuatnya tidak disukai. Tapi ini tidak bisa dihindari. Masyarakat harus diedukasi,”
Ia optimistis kebijakan ini bisa diterima masyarakat. Ia berpendapat, meskipun tidak menyenangkan di awal namun akan jauh lebih bermanfaat bagi rakyat di masa depan.

“Ekonomi itu tidak hanya bicara hari ini. Tapi bicara waktu-waktu ke depan. Tidak enak saat ini tapi ke depannya pasti bisa lebih baik,” tegas dia.

Dengan penghematan anggaran dari kenaikan harga BBM bersubsidi, negara akan memiliki ruang pendanaan yang lebih longgar sehingga banyak kegiatan pembangunan infrastruktur yang bisa dilakukan. (Sumber)

tiba tiba saya teringat lagu ini… he..hee…

Perjuangan dan Doa

Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian bersenang-senang

Pahit rasanya empedu manis rasanya gula
Sakit-sakit dahulu, susah-susah dahulu
Baru kemudian berbahagia

Berjuang (berjuang)
Berjuang sekuat tenaga
Tetapi jangan lupa
Perjuangan harus pula disertai doa

Rintangan (rintangan)
Rintangan sudah pasti ada
Hadapilah semua dengan tabah
Juga dengan kebesaran jiwa

HATIMU HATIKU

TIPS MENCIPTAKAN SWASANA DUSUN
Diantara kita mungkin salah satu dari sekian banyak penduduk kota yang dalam hati kecil ingin pulang dan tinggal di dusun saja. Realita metropolitan yang semrawut dan bising sepanjang hari lebih merupakan siksaan daripada tantangan. Apalagi terkadang di rumah, Anda juga tak bisa memperoleh keheningan selama beristirahat. Saat-saat seperti itulah terkadang muncul kerinduan akan suasana alam yang teduh, damai, semilir dan terdengar gemercik air.

Polusi suara di sekitar kita – yang berlangsung terus-menerus – sungguh membuat tegang dan stress. Apa upaya kita untuk meredamnya? Paling mudah adalah memasang musik, meski bukan merupakan solusi yang 100 % ampuh. Karena belum tentu semua anggota keluarga punya selera musik yang sama. Baca lebih lanjut

Diantara Dua Cinta

RUMAH LANGKA,DIATAS LAHAN DUA NEGARA

Dapur dan Kamar Mandi di Malaysia ,Ruang Tamu dan kamar tidur di Indonesia ! Ini kisah tentang warga yang tinggal di sebuah kawasan terpencil yang berbatasan dengan Malaysia. Di sana, setidaknya ada dua rumah yang dibangun di atas lahan dua negara.Ketika itu jalan setapak telah dilebarkan dan diaspal. Di desa itulah terdapat satu rumah yang tergolong langka karena dibangun di atas lahan antara Indonesia-Malaysia. Rumah itu milik Ambo Ala dan dikontrakkan kepada Mappa Ngara. Di rumah itu Mappa tinggal bersama Hasidah (istri) dan ketiga anaknya.

“Kami tinggal di rumah ini sejak tujuh tahun lalu,” kata Mappa. Setiap bulan dia membayar Rp 140 ribu atau setara dengan 50 ringgit. “Ketika pertama menetap, rumah itu memang terasa sempit,” lanjutnya. Hanya terdiri atas satu kamar. Lalu, ada tempat masak yang digabung dengan ruang tamu. Tempat mandi harus di luar rumah dan hanya ditutup seng.

Jika diukur, luas rumah itu 6 x 3 meter. Suatu ketika Mappa ingin memperluas rumah tersebut. Alasannya, sudah sangat sempit. Maka, rencana pun disusun. Sayangnya, rencana itu kurang mulus. Sebab, jika Mappa ingin menambah ruang dapur dan kamar mandi, bangunan itu berdiri di lahan yang masuk ke wilayah Malaysia.

“Tak ada perasaan apa pun tinggal di Indonesia dan Malaysia. Rumah ini harus saya kembangkan karena kebutuhan hidup. Kalau tidak, sulit bagi keluarga saya untuk bergerak,” kata Mappa.

Ketika membangun, Mappa tak memerlukan izin dari pemerintah Malaysia. Pria perantauan asal Sulawesi Selatan itu mengatakan langsung saja menancap tiang-tiang untuk bangunan rumah. “Mau izin ke mana” Kan tak mungkin datang ke Tawau. Nanti malah tak diizinkan. Lagi pula, saya tak punya uang untuk pergi ke Tawau. Ketika itu saya hanya seorang petani. Saya adalah yang pertama membangun rumah yang berada di wilayah Indonesia dan Malaysia,” katanya.

Sebenarnya, ketika mengembangkan rumah tersebut pada 2003, Mappa tak menyangka bahwa Sungai Aji Kuning masuk wilayah Malaysia. Baru akhir-akhir ini dia tahu bahwa bagian dapur dan kamar mandi rumahnya masuk wilayah Malaysia.

Sejauh ini tak ada teguran dari pihak Malaysia. “Pokoknya selama tinggal di sini, saya belum pernah kedatangan tamu dari Malaysia yang menanyakan mengapa membangun di wilayah Malaysia,” ungkapnya. (sumber-JPNN)

Lain lagi cerita dalam lagu Slow dangdut legendaris pada tahun sembilan puluhan ini , masih banyak yang menyukai lagu ini karena memiliki kenangan yang sulit dilupakan.

HIDUP DIANTARA DUA CINTA
Cipt : Iwan Sukma
Voc : Tuti Wibowo

Ho..ho..ho..hooo…… Ho..ho..ho..hooo……
Mengapa harus aku alami…
Luka yang ke dua kali
Derita cinta terulang lagi

Ho..ho..ho..hooo…… Ho..ho..ho..hooo……
Duluku ternoda karena Cinta…
Kini berakhir tanpa bahagia
Ternyata kau telah mendua

Ho..ho..ho..hooo…… Ho..ho..ho..hooo……

Mengapa dulu kupercaya sumpahmu
Kalau hanya membuat sakit hatiku..
Biar biarlah kurela berpisah
Dari pada bathinku tersiksa…

Tips Berkendara dengan Transmisi Otomatis

Saat ini makin banyak pengguna mobil bertransmisi otomatis. Wajar saja, karena ia memberikan kemudahan, kepraktisan serta kenyamanan lebih baik.
Tapi yang sering salah kaprah adalah menganggap transmisi otomatis bisa melakukan semuanya secara otomatis, sesuai namanya. Padahal transmisi ini masih menyediakan opsi untuk dipilih pengemudi sesuai kondisi berkendaranya.
Berikut kami sajikan sejumlah skenario berkendara yang kerap terjadi, serta bagaimana menyikapinya dari segi pengoperasian transmisi otomatis.

BERKENDARA NORMAL
Artinya Anda berjalan dengan kecepatan, kontur jalan serta lalu lintas normal. Untuk keadaan ini, Anda cukup meletakkan transmisi di D dan nikmati perjalanan.

KEMACETAN
Dalam kondisi stop and go, Anda tak perlu memindah-mindahkan posisi transmisi dari D ke N. Apalagi bila kondisi kemacetan ini hanya membuat Anda berhenti tak sampai 10 detik. Dengan begitu Anda bisa lebih sigap mengemudi saat mobil di depan maju. Selain itu, Anda juga meringankan kerja pompa hidraulik di transmisi.

BERHENTI LAMA
Kalau kondisi berhenti yang dihadapi lebih dari 10 detik, misalnya saat di lampu lalu lintas, Anda sebaiknya menetralkan transmisi dengan memasukkan tuas ke posisi N. Jangan lupa aktifkan rem parkir.

Hal ini lebih aman karena mobil tak akan bergerak maju semisal Anda tak sengaja melepas pedal rem. Selain itu konsumsi BBM lebih baik karena tak ada gesekan di transmisi yang memberatkan mesin.

MENYALIP
Ada 2 cara yang bisa dilakukan. Pertama adalah menekan tombol Sport bila tersedia, atau menempatkan transmisi di posisi putaran mesin ideal. Dari kedua cara itu, paling ideal adalah yang terakhir.

Ubah posisi gigi hingga putaran mesin berada di titik torsi dan tenaga optimal (biasanya 3.500-4.500 rpm di mesin bensin) sebelum menyalip. Bisa dengan memindahkan tuas ke posisi gigi yang disediakan, atau aktifkan moda manual via paddleshift.

Anda bisa tetap menggunakan D saat menanjak. Kecuali saat membutuhkan tenaga lebih yang instan dan besar, bisa gunakan cara seperti kondisi menyalip.MENANJAK

TURUNAN

Anda memerlukan efek pengereman mesin untuk jalan menurun, apalagi yang panjang. Ini akan menjaga kondisi rem sekaligus memutuskan aliran bahan bakar.

Gunakan posisi gigi rendah sehingga putaran mesin naik dan menimbulkan efek engine brake memadai. Jika jalannya curam, tempatkan posisi transmisi di gigi paling rendah, tak peduli berapa kecepatan Anda.

Sistem komputer di transmisi akan mencegah memasukkan gigi terlalu rendah yang mengakibatkan putaran mesin berlebih. Sistem ini hanya akan memindahkan posisi gigi ke posisi paling rendah yang dimungkinkan.

JALAN LICIN
Hal yang tak Anda inginkan saat berkendara di jalan licin adalah ban kehilangan daya cengkeram. Artinya mesti dijaga supaya tenaga mobil tak berlebihan disalurkan ke ban.

Beberapa mobil memiliki fitur Snow di transmisi otomatisnya. Aktifkan fitur ini, dan penyaluran tenaga akan melambat serta tidak responsif. Ini jauh lebih aman untuk jalan licin.

JALAN TOL
Pastikan tombol overdrive aktif bila t ersedia di mobil. Tanda overdrive aktif adalah justru tidak ada lampu peringatan ‘O/D’ menyala. Aktifnya overdrive memungkinkan transmisi memindahkan gigi ke posisi tertinggi, dengan begitu mengurangi putaran mesin dan menghemat bahan bakar.

Bila hendak menyalip mobil di tol, non-aktifkan overdrive (ditandai dengan menyalanya lampu). Gigi akan turun, putaran mesin naik dan tersedia tenaga lebih besar untuk menyusul.
PARKIR
Sesaat setelah berhenti, masukkan posisi transmisi ke N. Aktifkan rem parkir terlebih dahulu, lantas perlahan lepaskan rem kaki. Pastikan mobil tak bergerak, barulah masukkan ke P.

Bila posisi parkir mengharuskan Anda memasukkan transmisi ke N, matikan dulu mesin di posisi P. Setelah itu cabut kunci, lantas tekan atau tarik tuas pelepas transmisi untuk memindahkan ke N. Tapi harap diperhatikan, tidak semua mobil dilengkapi fitur seperti ini. Jadi pastikan ada sebelum parkir.

(Sumber- Autobild )