Tips Berkendara dengan Transmisi Otomatis

Saat ini makin banyak pengguna mobil bertransmisi otomatis. Wajar saja, karena ia memberikan kemudahan, kepraktisan serta kenyamanan lebih baik.
Tapi yang sering salah kaprah adalah menganggap transmisi otomatis bisa melakukan semuanya secara otomatis, sesuai namanya. Padahal transmisi ini masih menyediakan opsi untuk dipilih pengemudi sesuai kondisi berkendaranya.
Berikut kami sajikan sejumlah skenario berkendara yang kerap terjadi, serta bagaimana menyikapinya dari segi pengoperasian transmisi otomatis.

BERKENDARA NORMAL
Artinya Anda berjalan dengan kecepatan, kontur jalan serta lalu lintas normal. Untuk keadaan ini, Anda cukup meletakkan transmisi di D dan nikmati perjalanan.

KEMACETAN
Dalam kondisi stop and go, Anda tak perlu memindah-mindahkan posisi transmisi dari D ke N. Apalagi bila kondisi kemacetan ini hanya membuat Anda berhenti tak sampai 10 detik. Dengan begitu Anda bisa lebih sigap mengemudi saat mobil di depan maju. Selain itu, Anda juga meringankan kerja pompa hidraulik di transmisi.

BERHENTI LAMA
Kalau kondisi berhenti yang dihadapi lebih dari 10 detik, misalnya saat di lampu lalu lintas, Anda sebaiknya menetralkan transmisi dengan memasukkan tuas ke posisi N. Jangan lupa aktifkan rem parkir.

Hal ini lebih aman karena mobil tak akan bergerak maju semisal Anda tak sengaja melepas pedal rem. Selain itu konsumsi BBM lebih baik karena tak ada gesekan di transmisi yang memberatkan mesin.

MENYALIP
Ada 2 cara yang bisa dilakukan. Pertama adalah menekan tombol Sport bila tersedia, atau menempatkan transmisi di posisi putaran mesin ideal. Dari kedua cara itu, paling ideal adalah yang terakhir.

Ubah posisi gigi hingga putaran mesin berada di titik torsi dan tenaga optimal (biasanya 3.500-4.500 rpm di mesin bensin) sebelum menyalip. Bisa dengan memindahkan tuas ke posisi gigi yang disediakan, atau aktifkan moda manual via paddleshift.

Anda bisa tetap menggunakan D saat menanjak. Kecuali saat membutuhkan tenaga lebih yang instan dan besar, bisa gunakan cara seperti kondisi menyalip.MENANJAK

TURUNAN

Anda memerlukan efek pengereman mesin untuk jalan menurun, apalagi yang panjang. Ini akan menjaga kondisi rem sekaligus memutuskan aliran bahan bakar.

Gunakan posisi gigi rendah sehingga putaran mesin naik dan menimbulkan efek engine brake memadai. Jika jalannya curam, tempatkan posisi transmisi di gigi paling rendah, tak peduli berapa kecepatan Anda.

Sistem komputer di transmisi akan mencegah memasukkan gigi terlalu rendah yang mengakibatkan putaran mesin berlebih. Sistem ini hanya akan memindahkan posisi gigi ke posisi paling rendah yang dimungkinkan.

JALAN LICIN
Hal yang tak Anda inginkan saat berkendara di jalan licin adalah ban kehilangan daya cengkeram. Artinya mesti dijaga supaya tenaga mobil tak berlebihan disalurkan ke ban.

Beberapa mobil memiliki fitur Snow di transmisi otomatisnya. Aktifkan fitur ini, dan penyaluran tenaga akan melambat serta tidak responsif. Ini jauh lebih aman untuk jalan licin.

JALAN TOL
Pastikan tombol overdrive aktif bila t ersedia di mobil. Tanda overdrive aktif adalah justru tidak ada lampu peringatan ‘O/D’ menyala. Aktifnya overdrive memungkinkan transmisi memindahkan gigi ke posisi tertinggi, dengan begitu mengurangi putaran mesin dan menghemat bahan bakar.

Bila hendak menyalip mobil di tol, non-aktifkan overdrive (ditandai dengan menyalanya lampu). Gigi akan turun, putaran mesin naik dan tersedia tenaga lebih besar untuk menyusul.
PARKIR
Sesaat setelah berhenti, masukkan posisi transmisi ke N. Aktifkan rem parkir terlebih dahulu, lantas perlahan lepaskan rem kaki. Pastikan mobil tak bergerak, barulah masukkan ke P.

Bila posisi parkir mengharuskan Anda memasukkan transmisi ke N, matikan dulu mesin di posisi P. Setelah itu cabut kunci, lantas tekan atau tarik tuas pelepas transmisi untuk memindahkan ke N. Tapi harap diperhatikan, tidak semua mobil dilengkapi fitur seperti ini. Jadi pastikan ada sebelum parkir.

(Sumber- Autobild )

CARA BUANG RACUN DARI DALAM TUBUH

herbalteaMembuang racun atau detoksifikasi sangat penting untuk tetap sehat dan bugar. Karena gaya hidup dan makanan yang tidak sehat, tubuh kita pun terakumulasi oleh banyak racun. Belum lagi bagi mereka para perokok dan peminum minuman beralkohol. Racun tersebut pun secara perlahan bisa merusak organ dan fungsi tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membuang racun dari dalam tubuh, yang sekaligus bisa menurunkan berat badan. Dilansir Boldsky, inilah berbagai cara simpel dan sehat untuk membuang racun dari dalam tubuh:

1. Air hangat, madu, lemon

Cara paling umum untuk membuang racun adalah dengan meminum air hangat dengan campuran madu dan air lemon setiap pagi hari. Ambillah satu gelas air hangat, tambahkan satu sendok madu dan beberapa tetes air lemon. Ulangi cara ini setiap hari di waktu pagi.

2.Jus lidah buaya

Lidah buaya atau aloe vera memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah membuang racun dari dalam tubuh. Lidah buaya memiliki banyak kandungan anti oksidan yang membantu mengangkat kimia racun dalam tubuh kita. Minumlah satu gelas jus lidah buaya pada pagi atau sore hari secara rutin agar racun dalam tubuh benar-benar terbuang.

3. Jus bawang putih

Memang aneh rasanya melihat bawang putih dibuat sebagai jus. Namun bawang putih memiliki anti oksidan dan anti mikorba untuk bersihkan racun dari dalam tubuh. Bawang putih yang dijus atau dimakna mentah sangat baik untuk membersihkan jalur pencernaan dan membuang racun.

4. Makanan berserat

Untuk membuang racun dari dalam tubuh secara alami, kamu harus mengonsumsi makanan mengandung serat. Serat bisa membersihkan sistem pencernaan dan mengangkat zat kimia yang tak diperlukan tubuh. Makanan berserat terdiri dari sayuran mentah, buah-buahan, dan biji-bijian.

5. Teh herbal

Teh hijau, teh hitam, teh kayu manis, dan jenis teh herbal lainnya juga baik untuk membersihkan tubuh dari racun. Minumlah segelas teh herbal setiap hari dan kamu bisa merasakan perbedaannya.(Sumber)