Kerinduan – Meriam Bellina

Info dari Jalanan :
Duh..Seorang PSK Melahirkan di Trotoar

Seorang Pekerja Seks Komersial di Malang, Jumat (4/12/09) malam, melahirkan bayi laki-laki. PSK yang diketahui bernama Setyowati (27) warga Desa Torongrejo, Bumiayu, Batu ini, tiba-tiba merasakan mulas saat berada di sekitar jembatan Kahuripan, Kota Malang.

Dari informasi yang dihimpun, Setyowati selama ini kerap tinggal di sekitar jalan Kahuripan, dekat jembatan. Meski siang kemarin tidak ada tanda-tanda melahirkan, saat itu ia sedang berjalan mondar-mandir di trotoar.

Menurut Sugimin, seorang pemulung yang kenal baik dengan Setyowati, dirinya tak mengira jika akan melahirkan di trotoar. Wati memang sering berada di daerah ini. Saat kejadian, saya tak tahu kalau ia akan melahirkan,” kata Gimin.

Selang beberapa jam, Wati sempat terjatuh dan mengaku mulas pada bagian perutnya. Karena kasihan, beberapa warga yang mengetahui hal itu, sempat memberinya minum.

“Saat itu, saya sudah tawarkan untuk dibawa ke rumah sakit saja menggunakan becak. Soalnya, dari tanda-tandanya, kelihatannya seperti hendak melahirkan,” terang Gimin.

Karena Setyowati menolak, Gimin pun tak bisa berbuat apa-apa. Nah, saat itulah, tiba-tiba, Wati sudah terlentang dan banyak mengeluarkan darah. Tahu begitu, beberapa warga sempat memberinya jas hujan untuk alas tidur saat Wati melahirkan.

Tak berapa lama, si jabang bayi berjenis laki-laki ini pun berhasil keluar hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. Karena Iba, beberapa teman Wati yang berprofesi sama dengannya sempat memberikan handuk untuk menutupi bayi Setyowati yang saat itu masih penuh darah dan tali pusar.

Setyowati dan bayinya akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, atas bantuan mobil patrol Polsek Klojen. Sesampainya dirumah sakit, bayi mungil ini dimasukkan incubator untuk menormalkan suhu tubuhnya. Dari catatan medis, kondisi bayi Setyowati pun sehat. Dengan berat 3,8 Kilogram, bayi sepanjang 50 cm itu kini masih dalam perawatan pihak rumah sakit.

Menurut teman-teman Setyowati, dikalangan rekan seprofesinya, Wati memang punya paras yang lumayan manis. Selain berkulit bersih, Wati memang kerap jadi primadona beberapa laki-laki hidung belang. Diduga, ia terpaksa terjun ke lembah hitam karena terdesak ekonomi. (Sumber)

dalam himpitan ekonomi yg sangat memprihatinkan dalam keluarganya dia telah coba keluar dengan segala keerbatasan Pendidikan dan kemampuannya.. Kerinduannya sebenarnya tidaklah terlalu tinggi , untuk bisa sekedar HIDUP bisa makan dan mendapatkan pendamping yg benar2 mencintainya tetapi suratan hidup sudah menuliskan lain.. angannya hanyalah sebuah Kerinduan… dan Kerinduan… duuh….😦

Kerinduan
oleh : Meriam Bellina

Berkali sudah kupendam kecewaku
Sering kau tinggalkan diriku sendiri
Kesetiaan ini bukannya sandiwara
Berkorban untukmu walau kadang kecewa

Reff :
Tiap malam sendiri saja
Menunggu hingga malam berakhir sayang
Tiap kali bila kutanya
Jawabmu hanya maaf di bibir saja
Mungkin harus lebih sabar
Menghadapi dirimu

Mungkin harus lebih sabar
Menghadapi dirimu

4 Komentar

  1. sebuah kerinduan hati
    yang Pertamaxxxxsssss… duuh…

  2. dan

    keduaaax…

  3. ketika baca judulnya saja saya tebak pasti kerinduannya Meriam Bellina. Kalo gak salah ini tahun 83 ya Pak ?

  4. Syukurlah kalo bayinya selamat dan sehat. Semoga nggak kejadian lagi… ya semoga bayi itu juga dirawat dengan baik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: