Pak Dosen Juragan Itik ABG

PURWANTO JOKO SLAMETO

SEBUAH DESA DI KECAMATAN SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH, BAK RUMAH KEDUA BUAT PURWANTO JOKO SLAMETO. SETIAP 2 MINGGU SEPANJANG 2008 HINGGA PERTENGAHAN 2009 WARGA DEPOK, JAWA BARAT, ITU BOLAK-BALIK KE SANA. UNTUK ITU IA MESTI MENGELUARKAN RP600.000 PER BULAN BUAT BOLAK-BALIK JAKARTA-BOYOLALI MENGGUNAKAN TRANSPORTASI DARAT. TOH 8.000 ITIK JANTAN DI LAHAN SELUAS 1.000 M2 YANG RUTIN DITENGOKNYA MEMBERIKAN HASIL LEBIH BANYAK: RP86-JUTA PER BULAN.

Angka itu didapat dari penjualan 1.200 ekor anakan baru gede (ABG) itik jantan berumur 2 bulan setiap minggu atau 4.800 ekor per bulan. Harga jual hidup Rp18.000 per ekor. Frekuensi kunjungan ke Boyolali berkurang menjadi sebulan sekali memasuki pertengahan 2009. Bukan lantaran produksi itik merosot atau pasar lesu.

Justru dosen Jurusan Teknik Arsitektur di Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat, itu makin sibuk karena mesti membagi waktu dengan para mitra yang bergabung dengannya. ‘Setiap mitra saya pandu mulai dari pemilihan lahan, pembuatan kandang, pemeliharan, sampai jual,’ ujar Joko. Untuk itu pria 34 tahun itu datang langsung ke peternakan mitra di Sukabumi, Cianjur, dan Karawang. Mitra dari Subang, Cirebon, Bandung, Kudus, Ungaran, Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Temanggung, dan Yogyakarta dipandu melalui diskusi lewat telepon genggam. Dari para mitra di Jawa Barat Joko menuai tambahan omzet Rp56-juta hasil penjualan 4.000 DOD (day old duck) per minggu alias 16.000 per bulan; Jawa Tengah Rp12-juta-Rp24-juta setara 4.000-8.000 ekor per bulan.

Buka pasar
Pundi-pundi rupiah itu tak bakal dinikmati andai 4 tahun silam Joko patah arang saat mendapat penolakan bertubi dari calon pembeli. Puluhan rumah makan di Solo dan Yogyakarta yang ditawari itik jantan muda, tidak semua berminat. Solo dan Yogyakarta dipilih sebagai pasar pertama sebab dekat dengan lokasi peternakan, lagipula budaya makan daging itik sudah terbentuk.

Dari 300 ekor yang ditawarkan untuk semua rumah makan hanya 210 ekor yang terjual. ‘Kebanyakan rumah-rumah makan masih mengandalkan daging dari itik apkir,’ kata Joko. Kalau pun diterima rumah makan menawar dengan harga sangat rendah. Jauh dari harga yang ditetapkan Joko, Rp18.000/ekor bobot 1,2 kg. Di daerahnya Joko pionir dan satu-satunya peternak itik jantan muda. Pantas tak banyak orang tahu kelebihan itik muda yang dagingnya lebih lunak ketimbang itik apkir.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pada 2008 warung-warung dan penyedia menu itik menjamur di Jakarta dan sekitarnya. Namun, lagi-lagi tak mudah membuka pasar itik muda ke rumah makan di Jakarta dan sekitarnya. Joko mafhum, ia mesti bekerja ekstra memperkenalkan itik muda. Rumah makan khusus penyedia menu itik jadi target utama. Saat bertemu pemilik rumah makan itu Joko menjelaskan kelebihan itik muda dibanding apkir yang banyak disajikan di rumah makan.

Joko tak membawa contoh, ia hanya meninggalkan kartu nama dan menunggu respon dari pemilik restoran. Baru sebulan kemudian pemilik restoran mengontak untuk memesan itik. ‘Ketika itu pasokan itik apkir tersendat karena betina petelur belum siap diapkir sebab masih produktif,’ kenang Joko. Sekali mengggunakan itik muda, pemilik restoran ketagihan memesan. Rupanya dalam sejam proses memasak daging itik muda sudah lunak. Beda dengan apkir yang butuh minimal 4 jam sampai matang.

Pasar kian terbentang saat Joko menggunakan strategi lain: pemasaran via dunia maya. Lewat blog yang dibuat, pemilik peternakan bebek ABG itu sukses menjaring 16 pelanggan-semua restoran yang sebagian besar terletak di Jakarta, sisanya Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Total jenderal setiap hari ia mesti memasok 300 itik jantan muda untuk pelanggan barunya itu. Setengah pasokan didapat dari mitra yang menyetor itik siap jual.

Jual karkas
Sukses Joko tidak lepas dari kejelian memilih lokasi peternakan. Desa Mojo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, dikenal sebagai sentra penetasan itik. Di desa itu seorang penetas mampu menetaskan 4.000-5.000 DOD per hari. Kemungkinan munculnya jantan hampir 50%. Namun, selama ini DOD jantan kerap dianaktirikan. Penetas lebih menyukai DOD betina karena lebih laku dijual sebagai calon induk di peternakan itik penghasil telur. Pantas harga DOD jantan jauh lebih murah ketimbang betina. Pada 2005, harga DOD jantan Rp350/ekor; betina, Rp2.500/ekor.

Kunci sukses lain, memperkenalkan penjualan itik jantan muda dalam bentuk karkas. ‘Tujuannya untuk meningkatkan harga jual dan citra itik jantan,’ kata Joko. Bentuk karkas juga disukai rumah makan karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya pencabutan bulu. Itik diterima dalam bentuk daging yang bersih.

Kini bersama sang istri yang sudah mengundurkan diri sebagai dosen Ekonomi di Universitas Gunadarma, Joko tengah merintis kreasi baru berupa itik ungkep. Daging itik yang sudah dibumbui itu dijajakan sebagai masakan cepat saji. Pembeli tinggal menggoreng dan langsung menyantapnya. Sebuah mandat dari rektor Universitas Gunadarma untuk menjadikan 1.000 m2 dari 80 ha lahan milik universitas di Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat, sebagai kandang itik untuk praktek kewirausahaan mahasiswa pun ada di pundaknya. Semua karena sang dosen adalah juragan itik ABG. (Sumber)

karena harus ada lagu saya pilih ini ajaah.. ! :lol:

About these ads

24 gagasan untuk “Pak Dosen Juragan Itik ABG

  1. Ping-balik: Dulu Dibuang, Kini Disayang « Sekitar berita , humor dan Musik

  2. Mas Bagaimana sih jika ingin jadi mitra binaan, apa saja persyaratan dan tanggungjawabnya, wilayah kami di Gunungkidul, siap dalam jumlah cukup banyak

  3. Ping-balik: Sembarang Info - Dulu Dibuang, Kini Disayang

  4. Selamay siang mas Purwanto.mas nama saya Dedi tinggal di wi;layah Bogor saya tertarik dalam budi daya itik daging bagaimana caranya kalau saya ikut kemitraan dengan binaan mas Pur tetunya masalah yang saya pikirkan adalah masalah pemasaran terima kasih

  5. slm mualaikum
    mas bsakah sy ikt bergabung??
    sy ingin berternak itik djakarta timur..
    mohon bantuan’y dmana sy bsa mendapatkan DOD mojosari,
    dan apakah sulit untuk menjual hasil dri itik tsb, baik itik’y maupun telur’y.mohon balasan’y.
    trimakasih. isfahan.ory@gmail.com

  6. asslm mualaikum pak. saya Hanibal, saya baru mulai ternak bebek pedaging,lokasi purwakarta ja-bar.
    mohon bantuannya, barangkali saya bisa suply ke bapak….rencana kapasitas belum banyak, mau coba 100 ekor per bulan… saya lahan udah siap, tinggal isi DOD… Terima kasih sebelumnya

  7. saya tinggal di sukabumi ingin mulai beternak itik. lahan sudah ada . gimana caranya bermitra? tx ph 08561506850

  8. Assalamu’alaikum Pak Joko. Perkenalkan nama saya Aris, kebetulan saya tinggal di Boyolali saya sangat ingin menjadi peternak itik anggota binaan Bapak bagaimana caranya dan apa saja sarat-2 nya, mengenai tempat sdh siap tinggal mengisi itik. Sekian trimakasih. HP 085751873857

  9. Asslm’alkm Pak Joko, perkenalkan nama saya Aris,kebetulan saya tinggal di Boyolali, saya sangat ingin menjadi anggota mitra binaan Bapak, bagaimana caranya, mengenai tempat sudah tersedia, mohon balasannya, jika di perkenankan saya mnta nomor telepon Pak Joko supaya saya dpt berkonsoltasi scr lngsung, trimakasih. ph 085751873857

  10. assalamualaikum pa joko?saya eni dari purwakarta.saya ingin memulai beternak bebek bisa diberikan kiat-kiatnya untuk memulai usaha bebek ini.hp 083816064257

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s