RUMAH SEDERHANA LAKSANA SYURGA

Mbah Surip Betah Tinggal di Rumah Petak

Mbah_SuripLagu ‘Tak Gendong’ membawa berkah tersendiri bagi Mbah Surip. Berkat lagu tersebut, Mbah Surip mendadak kaya raya.  Tetapi, dia masih tetap betah tinggal di rumah kontrakkan.

Mbah Surip tinggal di sebuah rumah kontrakkan yang kecil di bilangan Cipayung, Jakarta Timur. Menurut salah seorang tetangganya, pria berambut gimbal tersebut sudah lima tahun menetap di rumah petak tersebut.

“Sudah lama juga si Mbah tinggal di sini. Mbah orangnya baik dan ramah,” kata salah seorang tetangga Mbah Surip yang tak mau disebutkan namanya pada saat ditemui di bilangan Cipayung, Jakarta Timur, belum lama ini.

Mbah Surip memang tetap sederhana meski dia sudah meraih sukses sebagai musisi. Gaya hidupnya tak banyak yang berubah sejak lagunya ‘Tak gendong’ laris manis menjadi RBT. Bahkan, Mbah Surip mengaku dirinya lebih senang naik ojek daripada mobil. Dia merasa lebih nikmat diantar motor daripada duduk manis di atas mobil. (vivanews)

Satu tauladan yg luar biasa bwat sobat2 semua yg kebetulan hidup dg harta melimpah ruah kek mbah Surip ini yg tetap merasa damai dirumah petak. Karena sesungguhnya ukuran kebahagiaan bukan dari  harta benda tetapi dari hati yg mau bersyukur dan hati yg mau menikmati kesederhanaan.

Anda bisa mengikuti berita dari berbagai daerah seluruh Nusantara dari : link berita disini

Kembali ke halaman depan >>>

RUMAH SEDERHANA LAKSANA SYURGA

20 Komentar

  1. Betul mas Embun. Ternyata apa yang digendong kemana-mana oleh Mbah Surip adalah nilai dasar kemanusiaannya, yaitu cinta kasih. Itulah harta yang gak bisa ditandingi oleh apapun juga.

    Tabe Mas

  2. kesederhanaan yang tetap terjaga walau kondisi sudah berbeda, salut lah mbah surip

  3. enak to… asik to… mantep to… huahahaha….
    sekedar informasi: IKUTI POLLING “SIAPAKAH BLOGGER WORDPRESS TERBAIK VERSI ANDA?” DI http://gado2net.wordpress.com/
    terima kasih banyak….

  4. Omah elek orapopo anggere sing nduwe atine apik, yoto mas?🙄

  5. Waw salut deh ama mbah surip.
    tp smpe sekarang masih bingung kok bisa lagu tak gendong itu laris.
    bagus dari mananya coba, *thinking*

  6. mbah surip is freaking old man ,hahahah

  7. KangBoed

    Hahaha.. manusia tiada menyadari mBaaah Surip jadi bintang karena kepolosan dan kesederhanaannya.. mereka sebenarnya tiada menyadari merindukan kepolosan dan kejujuran yang langka
    Salam Sayang

  8. tak gendong kemana kemana….tarikk maaangggg….

  9. Kesederhanaan yang tiada henti..

  10. Ian

    hanya mereka yang mengerti aja apa yg tersembunyi dalam lagu mbah surip yg fenomenal itu

    tapi aku setuju ama agung agriza, kenapa ya lagu yg berulang itu bisa laris–sama seperti Lupa” Ingat Kuburan?😉

    yah, namanya juga rezeki ya😛

  11. HHmm..MBak Surippppp…Tozz Mbah…😀

    Salam semangat untuk Mbah Surip

  12. ha ha ha ha haaaaaa..(ketawa ala mbah surip)
    kesederhanaan mbah surip perlu di contoh..

  13. Kira² duit mbah surip skrg brp ya?hehehe….

  14. surga dalam rumah tidak butuh kemewahan…
    tetapi cinta, kedamaian dan kasih sayang

  15. benar sekali mas embun, kebahagiaan bukan ditentukan oleh harta yg melimpah, tetapi lebih kepada memaknai hidup ini dgn segala rasa syukur padaNYA yg telah memberikan hidup ini pd kita.
    salam.

  16. Rindang

    walaah*😆 ..mbahsurip blm plg2 yaa??

  17. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun…mbah surip…sudah meninggal, semoga di terima iman dan islamnya… dan keluaganya diberikan ketabahan… hari ini tanggal 4 agustus 2009

    http://www.detiknews.com/read/2009/08/04/112759/1176984/10/mbah-surip-telah-meninggal-saat-tiba-di-rs-pusdikkes

  18. Duh, lagi-lagi penyanya berduka atas kepulanganmu.. Lagi-lagi semuanya memberikan apresiasi selangit pada kehangatan dirimu serta kesederhanaan dirimu.. Aku,bilang.. Ah, semuanya udah ada dibilang disana-sini. Mungkin ini yang belum; aku harus marah, ya, marah! Mengapa? Ya, saat kepergianmu mengapa tidak hibahkan semuanya yang ada pada diri mu pada aku? Ya, kehangatan dirimu, kesederhanaan dirimu serta (aduh, aku malu bilang ini) semua harta kekayaanmu?!

  19. Duh, lagi-lagi semuanya berduka atas kepulanganmu.. Lagi-lagi semuanya memberikan apresiasi selangit pada kehangatan dirimu serta kesederhanaan dirimu.. Aku mau, bilang.. Ah, semuanya udah ada dibilang disana-sini. Mungkin ini yang belum; aku harus marah, ya, marah! Mengapa? Ya, saat kepergianmu mengapa tidak hibahkan semua yang ada pada diri mu pada aku? Ya, kehangatan dirimu, kesederhanaan dirimu serta (aduh, aku malu bilang ini) semua harta kekayaanmu?!

  20. Walaupun rumah itu kecil disertai rasa kasih sayang sesama keluarga rumah itu terasa seperti surga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: